
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka tetap menjadi arah pembelajaran di Indonesia pada tahun 2026 dengan berbagai penguatan pada kualitas belajar siswa. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi benar-benar memahami konsep, mampu berpikir kritis, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran juga diarahkan agar lebih aktif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Inti Kebijakan Pendidikan 2026
1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Siswa diajak memahami materi secara lebih mendalam melalui diskusi, praktik, eksperimen, dan proyek pembelajaran.
2. Penguatan Literasi dan Numerasi
Kemampuan membaca, memahami informasi, dan berhitung menjadi fokus penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
3. Pendidikan Karakter
Sekolah diharapkan membentuk siswa yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, serta memiliki sikap saling menghargai dan gotong royong.
4. Pemanfaatan Teknologi dan AI
Teknologi digital mulai dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan modern, termasuk pengenalan kecerdasan buatan (AI) secara bijak.
5. Asesmen Lebih Fleksibel
Penilaian siswa tidak hanya melalui ujian tertulis, tetapi juga proyek, portofolio, presentasi, dan praktik langsung.
Peran Guru
Guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan bermakna. Guru diharapkan menjadi fasilitator yang mampu membimbing siswa untuk lebih kreatif, kritis, dan percaya diri.
Penutup
Kurikulum Merdeka tahun 2026 menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Dengan fokus pada deep learning, karakter, dan teknologi, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berakhlak baik, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

